Mainan Anak

Mainan bayi bisa bersifat mendidik jika mainan tersebut bersifat dinamis. Yang di maksud dengan dinamis adalah mainan yang bisa bergerak atau bisa digerakan agar si bayi bisa memperhatikannya.

Yang terutama harus diperhatikan saat memilih mainan bayi adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat mainan bayi, karena bahan yang tidak aman dapat membahayakan bayi kita. Maka dari itu, orang tua harus mengerti tentang mainan bayi yang cocok untuk bayi kita agar tetap sehat dan cerdas.

Berikut ini terdapat berberapa tips untuk memilih mainan bayi :

  1. Berwarna mencolok
  2. Bisa dicuci dengan mesin cuci
  3. Warna tidak luntur karena bayi akan sering menggigitnya
  4. Berkualitas baik dan seluruh bagian dijahit dengan aman menggunakan benang yang tebal dan kuat
  5. Tidak ada kancing, kait, kawat atau komponen lain yang berbentuk partikel kecil dan mudah terlepas
  6. Tidak ada bagian-bagian mainan yang tajam / runcing
  7. Pastikan bagian-bagian mainan, seperti mata boneka dari plastik, hidung, kumis, telinga melekat dengan kuat dan tidak mudah copot
  8. Dapat mengeluarkan bunyi sebab bayi sangat senang bereksplorasi dengan mainan yang mengeluarkan suara

Semua orang tua pasti ingin memiliki anak yang cerdas. Karena itu, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk merangsang kecerdasan anak sejak usia dini. Usia 0-6 tahun adalah periode emas tumbuh kembang anak yang harus dioptimalkan. Dalam fase ini, anak memiliki kemampuan menyerap informasi sangat tinggi. Karena itu, berbagai stimulasi, baik sensorik maupun motorik harus terus diberikan untuk perkembangan otak anak. Stimulasi ini bisa diberikan melalui aktifitas bermain yang menyenangkan bagi anak dan jangan lupa menyesuaikan mainan dengan usianya. Stimulasi motorik halus diperoleh ketika anak menjumput mainan, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.

Seringkali orang tua mengalami kebingungan saat memilih mainan yang sesuai dengan usia anak. Kebingungan ini disebabkan pertimbangan agar mainan yang dibelinya dengan harga yang tidak murah, bisa bermanfaat optimal untuk melatih kecerdasan anaknya. Sebelum memilih mainan yang sesuai, ada baiknya kita memahami apa saja kecerdasan yang harus dilatih melalui mainan anak. Ada 3 kelompok kecerdasan yaitu kecerdasan Akal, Fisik, dan Sosial.

Kecerdasan Akal berkaitan dengan kemampuan kognitif yang meliputi :

  1. Word Smart / kecerdasan berbahasa
  2. Number Smart / kecerdasan matematis dan logika
  3. Picture Smart / kecerdasan berpikir dalam gambar
  4. Music Smart / kecerdasan musikal

Kecerdasan Fisik meliputi :

  1. Body Smart / kecerdasan gerak tubuh
  2. Nature Smart / kecerdasan memahami dan menikmati alam

Kecerdasan Sosial meliputi :

  1. Self Smart / kecerdasan mengenali diri sendiri
  2. People Smart / kecerdasan mengenali orang lain

Mainan Anak yang melatih Kecerdasan Akal :

  • Puzzle angka, bentuk geometrik, balok susun, origami sederhana, stacking ring, kereta api, mobil-mobilan, monopoli, dan sempoa, cocok untuk melatih kecerdasan matematis dan logika / Number Smart.
  • Aneka alat musik mainan, mikrofon mainan, perekam suara, kotak musik, buku audio cocok untuk melatih kecerdasan musikal /Music Smart.
  • Buku cerita, stempel alfabet, buku audio, boneka, mainan karakter, telepon, rumah-rumahan, laptop mainan, cocok untuk melatih kecerdasan berbahasa / Word Smart.
  • Buku gambar, alat menggambar/mewarnai, balok susun, papan tulis kecil, adonan/tanah liat mainan, cocok untuk melatih kecerdasan berpikir melalui gambar / Picture Smart.
  • Tebak-tebak deskripsi juga bisa jadi permainan seru. Permainan ini sudah bisa dilakukan saat anak berusia 3 tahun. Orang tua menyebutkan deskripsi suatu benda untuk ditebak si kecil.

Mainan Anak yang melatih Kecerdasan Fisik :

  • Bola, tali untuk lompat tali, kuda-kudaan, ayunan, perosotan, sepeda roda tiga, gelembung sabun, cocok untuk melatih kecerdasan gerak tubuh /Body Smart.
  • Mainan alat berkebun, karakter/boneka hewan, tenda mainan, teropong, cocok untuk melatih kecerdasan memahami dan menikmati alam / Nature Smart.
  • Permainan tradisional seperti galasin, petak umpet, atau engklek juga bisa sekalian mengenalkannya pada budaya Indonesia.

Mainan Anak yang melatih Kecerdasan Sosial :

  • Buku diary, alat tulis/gambar, adonan/tanah liat mainan, cocok untuk melatih kecerdasan memahami diri sendiri / Self Smart.
  • Monopoli, tenda mainan, rumah-rumahan, bola, boneka, karakter/figur miniatur cocok untuk melatih kecerdasan memahami orang lain / People Smart.
  • Bermain role play seperti dokter-dokteran atau penjual dan pembeli juga meningkatkan imajinasi dan kemampuan berbahasa si Kecil.

Selain melatih kecerdasan, mainan anak juga harus bermanfaat untuk melatih konsentrasi anak. Saat menyusun puzzle misalnya, si Kecil dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya. Si Kecil tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.

Semoga artikel ini bisa menjadi panduan saat kita membeli mainan anak. Jika Anda ingin langsung berbelanja mainan anak, klik tautan Mainan & Game.