Bahan pakaian katun

Untuk mengenal bahan pakaian kain Katun Carded, mari kita memahami istilah carded. Carded berasal dari nama mesin untuk membuat benang kain ini, yaitu mesin carding. Mesin ini mengolah kapas dengan cara digaruk (carded) sebelum memintalnya menjadi benang. Kekurangan dari benang yang dihasilkan dari mesin carding ini adalah cenderung kasar. Oleh karena itu kain yang dihasilkan dari benang jenis inipun hasilnya agak kasar.

Perbedaan Katun Carded dengan kain Katun Combed

Perbedaan Katun Carded dengan kain Katun Combed hanya di satu bagian saja, yaitu pada proses pembuatannya tidak melalui tahapan penyisiran pada saat finishing-nya. Oleh karena itu, pada kain Katun Carded masih terdapat serat-serat kapas yang halus. Ini menyebabkan tekstur serat benangnya agak kasar dan tidak selembut kain Katun Combed. Rajutan kain Katun Carded juga tidak semulus dan serata kain Katun Combed.

Katun Carded ini biasanya dipakai untuk kaos yang memiliki kualitas biasa, misalnya untuk hadiah, merchandise, atau kaos untuk dijual dengan harga murah.

Baca juga artikelMengenal Bahan Pakaian Kain Katun Combed dan Jenis-Jenisnya

Bagaimana dengan masalah kenyamanan saat dipakai ? Karena terbuat dari kapas seperti Katun Combed, maka kain Katun Carded juga menyerap keringat dan dingin.

Sedangkan untuk masalah harga, tentunya kain Katun Carded lebih murah dibandingkan dengan Katun Combed. Jadi, kembali pada keputusan kita mana yang akan dipilih saat membeli pakaian / kaos berbahan Katun Carded atau Katun Combed.

Katun berasal dari kata Bahasa Inggris yaitu Cotton, yang berarti kapas, karena kain ini memang terbuat dari serat kapas yang ringan namun kuat. Umumnya kain katun memiliki ciri utama, di antaranya tekstur yang lembut dan alami sehingga tidak menyebabkan alergi. Bersifat kuat, tahan lama, adem, dan nyaman dikenakan di badan. Perawatan kain katun relatif lebih mudah dibandingkan jenis kain lainnya. Oleh karena itu, kain jenis ini merupakan yang paling banyak diminati untuk dijadikan sebagai pakaian. Bahan kain ini sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu oleh manusia.

Kapas sebagai bahan kain katun

Ada berbagai jenis kain katun yang biasa digunakan sebagai bahan pakaian baju, jilbab, sprei yaitu :

1. Kain Katun Biasa

Disebut biasa karena kualitasnya sedang dan harganya paling murah diantara jenis katun lainnya. Ciri-cirinya :

– Biasanya memiliki motif yang bermacam-macam.

– Pada gulungan dan pinggir kain tidak ada kode warna.

– Kualitas daya serap keringatnya berlevel sedang, tergantung pada presentase kadar kapas di dalamnya.

2. Kain Katun Rayon

Katun rayon merupakan kombinasi dari serat katun / kapas dan serat rayon. Serat rayon adalah serat buatan yang merupakan hasil dari regenerasi selulosa pulp kayu, sehingga disebut serat semi sintetis. Dan bahan kayu yang paling banyak digunakan adalah berasal dari pohon pinus dan cemara.

Pada umumnya, jenis kain katun rayon banyak digunakan untuk bahan pakaian / baju muslim. Kain katun rayon ini memiliki ciri-ciri :

– Mudah kusut.

– Adem digunakan.

– Tekstur bahan licin dan ringan, sehingga mudah jatuh jika digunakan.

– Bahannya lebih bercahaya dan berkilau.

– Kualitas daya serapnya sedang.

3. Kain Katun Bangkok

Kain katun jenis ini dinamakan katun Bangkok karena berasal dari Bangkok. Bahannya cukup familiar dengan motif berbau Thailand. Ciri-cirinya :

– Bertekstur agak kasar.

– Bahannya lebih tipis dibanding katun umumnya, bahkan ada pula yang transparan atau menerawang.

4. Kain Katun Silk / Katun Sutra

Seperti yang diketahui, bahwa kain sutera terbuat dari kepompong ulat sutra. Tapi kain katun silk adalah campuran dari kain sutra dan kain katun, di situlah letak perbedaannya. Ciri-cirinya :

– Memiliki tekstur yang licin khas sutra.

– Tetap adem dikenakan dan tidak gerah.

– Permukaanyan terasa lembut, halus dan kuat.

– Kadarnya ringan tapi kualitasnya kuat dan tahan lama.

5. Kain Katun Cina

Kain jenis ini banyak yang menyebutnya kain katun twill. Untuk kualitasnya, setara dengan kualitas katun Jepang. Ciri-cirinya :

– Bahannya lebih tipis.

– Warnanya tidak mencolok.

– Kualitasnya terkadang bisa lebih rendah daripada semestinya.

6. Kain Katun Satin Jepang

Kain jenis ini asalnya memang dari Jepang, maka dinamakan katun jepang. Ciri-cirinya :

– Terasa dingin dan adem saat dikenakan.

– Memiliki tekstur lembut serta memiliki warna yang kuat.

– Di bagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “Japan design”. Jika tidak ada, maka biasanya terdapat kode warna pada kain tersebut

7. Kain Katun Paris

Meski mirip dengan kain katun biasa, namun kain katun paris lebih tinggi levelnya ketimbang kain katun biasa. Ciri-cirinya :

– kain ini lebih ringan dan tipis.

8. Kain Katun Minyak

Karena mengkilap bahannya, maka katun ini disebut kain katun minyak. Kain jenis ini hampir mirip dengan sutra, tapi permukaannya terlihat lebih mengkilat.

Ciri-cirinya :

– Daya serap keringat terbilang lumayan.

– Kadar kilap akan berkurang setelah beberapa kali dicuci.

 

Katun Combed menjadi bahan favorit konsumen industri konveksi kaos dikarenakan bahannya yang lebih lembut dan halus dibandingkan dengan katun biasa. Kain katun adalah kain yang dibuat dari bahan alami yaitu dari serat halus yang menyelubungi biji tumbuhan kapas. Serat inilah yang kemudian dipintal menjadi benang dan selanjutnya ditenun menjadi kain katun. Pada proses pembuatan kain Katun Combed, mengalami langkah tambahan yang membuatnya lebih lembut, lebih kuat dan lebih halus daripada kapas biasa. Sebelum diputar di mesin pemintal, serat kain Katun Combed diproses melalui proses carding, yaitu penyisihan dari benang kasar. Setelahnya, bahan kain ini diseleksi lagi dengan proses combing, yaitu disisir agar bersih dari bulu-bulu sisa. Itulah mengapa disebut combed, karena bahan katun ini telah melewati tahap combing.

Ada beberapa jenis Katun Combed yang beredar dipasaran yakni 20s, 24s30s, dan 40s. Angka-angka tersebut menunjukkan tipe kerapatan benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kain. Semakin kecil angkanya, semakin tebal bahan dan rajutan sebuah kain katun. Biasanya dinyatakan dalam ukuran gram (gr/m2). Kain katun combed 20s paling tebal, 24s agak tebal, 30s tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipisdan 40s paling tipis. Banyak yang menyebutkan bahwa untuk iklim tropis seperti di Indonesia, bahan Katun Combed 30s paling nyaman digunakan karena ketebalannya yang cukup, dan juga harganya yang tidak terlalu mahal. Karena itu, banyak yang menjadikan kain Katun Combed 30s sebagai bahan favorit untuk kaos distro.

Sedangkan huruf ‘s’ di belakang angka, menunjukkan perbedaan jenis rajutan bahan kaos, yang dilihat berdasarkan jumlah jarum yang digunakan. Saat ini, jenis jarum rajutan yang paling populer untuk produksi bahan Katun Combed terbagi dua: jarum tunggal (single knitt) dan jarum ganda (double knitt). Istilah single knitt kemudian oleh para produsen disingkat menjadi ‘s’dan double knitt  disingkat menjadi ‘d’.

Jenis rajutan tunggal (single knit) memiliki karakteristik yang padat, rapat, dan cenderung kurang lentur.  Jenis rajutan inilah yang biasanya banyak beredar di pasaran karena memiliki kelebihan tersebut. Sedangkan rajutan ‘d’  yang menggunakan jenis rajutan jarum ganda, memiliki karakter rajutan ini cenderung lebih rapat, lentur dan tebal. Bahan rajutan ‘d’ dapat digunakan secara bolak-balik. Kedua sisinya punya permukaan yang sama, karena dirajut dengan jarum ganda. Bahan dengan rajutan ini lebih sering digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak karena karakternya yang lentur dan nyaman.

Mari kita mengenal lebih detail masing-masing jenis Katun Combed :

Katun Combed 20s 

Pada jenis kain Katun Combed 20s, menggunakan benang 20. Bahan kain ini memiliki gramasi antara 180-220 gram/meter persegi dengan jenis rajutan jarum tunggal.

Katun Combed 24s

Benang 24 digunakan pada Katun Combed 24s dan menghasilkan bahan kain dengan gramasi 170-210 gram/meter persegi, dengan jenis rajutan jarum tunggal (single knit) sesuai dengan huruf ‘s’ yang ada di belakang angka 24.

Katun Combed 30s

Katun Combed 30s, menggunakan benang 30dengan jenis rajutan jarum tunggal. Bahan kain ini memiliki gramasi 140-155 gram/meter persegi. Selain itu, ada juga yang menggunakan jenis rajutan jarum ganda (double knit), yang menghasilkan bahan kain dengan gramasi mencapai 210-230 gram/meter persegi.

Katun Combed 40s

Katun Combed 40s menggunakan benang 40 dan jenis rajutan jarum tunggal (single knit). Bahan kain ini memiliki gramasi antara 110-120 gram/meter persegi. Sedangkan untuk jarum ganda (double knit) bisa menghasilkan bahan kain dengan gramasi 180-200 gram/meter persegi.

Dengan mengenal bahan kain Katun Combed, bisa menjadi bahan pertimbangan saat memilih dan membeli kaos untuk orang dewasa maupun saat membeli kaos anak dan bayi.

Distro adalah kependekan dari distribution store atau distribution outlet, yang berarti tempat penjualan seperti toko, outlet, mall atau pusat perbelanjaan.  Distro adalah salah satu jenis toko di Indonesia yang menjual pakaian / kaos yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri.

Saat kita membeli kaos, mungkin jarang yang memperhatikan bahwa kaos distro berbeda dengan kaos biasa. 

Ciri-ciri kaos distro yang membedakannya dengan kaos biasa adalah sebagai berikut :

  • Kaos distro bersifat eksklusif. Tidak diproduksi secara massal, sehingga desainnya tidak pasaran.
  • Bahan kaos distro terbuat dari bahan katun / cotton combed. Katun combed yang menjadi ciri khas bahan kaos distro ini lebih lembut daripada bahan kaos biasa, karena dalam proses pembuatannya serat kainnya melewati proses penyisiran (karena itu disebut combed), untuk menghilangkan serat-serat pendek. Setelah disisir, serat-serat yang panjang akan terjalin lebih erat sehingga kaos distro tidak mudah berserabut dan tidak mudah melar. Karena itu kaos distro lebih awet / tidak gampang rusak meskipun sudah dicuci berkali-kali. Proses yang dilewati dalam pembuatan katun combed ini membuat harga kaos distro lebih mahal daripada kaos biasa.

Baca juga artikel : Mengenal Bahan Pakaian Cotton Combed.

  • Jahitan kaos distro juga memiliki ciri khas sendiri. Jika dilihat secara mendetail, terdapat jahitan rantai pada bagian pundak dan leher. Jahitan seperti ini membuat kaos lebih kuat.