Macam-Macam Bahan Pakaian

Membeli pakaian Muslim (baju Gamis Muslimah) secara online memang praktis; tidak perlu pergi ke pusat perbelanjaan, berdesak-desakan dengan pembeli lain dan tidak terkena macet. Namun tak jarang membeli pakaian Muslim atau baju gamis Muslimah secara online juga memiliki resiko kecewa terhadap barang yang telah dibeli karena bahan kain yang tidak cocok dengan yang kita inginkan, misal bahannya terlalu tipis, bahan kainnya nempel di badan sehingga memperlihatkan lekuk tubuh si pemakai, atau bahan kainnya kaku sehingga jatuhnya kurang bagus. Untuk menghindari kekecewaan saat berbelanja online, kita harus menjadi pembeli yang “smart”, yaitu membaca baik-baik deskripsi yang disediakan oleh penjual. Penjual yang baik akan menjelaskan secara detail bahan kain pakaian Muslim atau baju Gamis Muslimah yang dijualnya, ukuran pakaian seperti panjang pakaian Muslim / Gamis serta lebarnya, dll. Di samping itu, sebagai pembeli yang “smart”, kita juga harus memiliki pengetahuan mengenai bahan kain agar sesuai dengan keinginan.

Beberapa bahan kain yang cocok untuk Pakaian Muslim Wanita / Baju Gamis Muslimah :

1. Kain Wolfis / Wool Peach

Kain yang satu ini juga menjadi pilihan favorit kita, selain memiliki warna cerah dan soft juga motifnya cantik. serta halus dan rapat, bahannya tebal namun ringan dan tidak menerawang. Bahan kain ini juga tidak panas dan tidak mudah kusut, tidak licin dan mudah disetrika. Harga Rp. 28.000/meter.

2. Kain Balotelli

Serat kain ini sangat rapat sehingga tidak akan menerawang saat dipakai, bertekstur agak kasar karena garis-garis memanjang atau berbentuk segiempat, lemas, dan jatuh.
Bahannya tebal tetapi ringan saat dipakai. sangat bagus untuk membuat baju gamis atau abaya. pilihan warnanya juga sangat banayk. Harga kain balotelli sekitar Rp 25.000 /meter.

3. Kain Jersey

Bahan ini pun sangat banyak dipasaran ada yang bermotif ada pula yang polos, kainnya elastis dan mudah melar. halus dan tidak berbulu, lebih tebal dari kain spandex. Bahannya ringan dan jatuh. Karena itu jika membeli pakaian Muslim Wanita / Gamis Muslimah berbahan kain jersey, pilih satu ukuran lebih besar dari ukuran biasanya agar tidak memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya. Harga kain jersey sekitar  Rp. 30.000-80.000 /meter.

4. Kain Maxmara

Kain ini sangat di minati oleh kaum hawa dari berbagai umur, pasalnya bahan ini memiliki banyak motif yang unik dan cantik-cantik. sering disebut juga sutra satin, bertekstur halus dan lembut. Bahannya ringan, jatuh saat dipakai, glowing tapi bukan mengkilat sehingga sangat cocok dikenakan untuk acara pesta pernikahan atau acara formal lainnya. Tidak mudah kusut, tidak menerawang dan mudah dibentuk. Harga Rp. 27.000-45.000/meter.

5. Kain Crepe

Bahan kain ini bertekstur lembut, berserat, dan jatuh saat dipakai. kainnya juga tebal sehingga tidak menerawang, bahannya sangat nyaman karena adem alias tidak akan membuat gerah.
bahan stretch mekanik jadi jika ditarik akan kembali seperti semula, tidak akan melar seperti jersey. banyak pilihan warna yang soft, bahannya juga mudah dibentuk. Harga Rp. 25.000 – 50.000/meter.

6. Kain Ceruti

Kain ini memang tipis, tetapi sangat lembut dan elastis. tekstur diatas permukaan kain ini seperti kulit jeruk dan terdapat bintik-bintik kecil halus dengan warna yang senada dengan bahan dasarnya. Bahan jatuh dan tidak mudah melayang saat ditiup angin, mudah dibentuk dan jika diterawang didepan cahaya terlihat serat-serat pada bahnnya. Harga Rp. 45.000/meter.

7. Kain Katun Jepang

Hampir semua wanita tau kain katun jepang ini, 5 tahun terakhir kain ini sangat best seller di pasaran. banyak dipakai untuk membuat baju, sprei, bed cover, mukenah, gorden, dll.
90%-100% katun ini kualitas premium, serat kainnya lembut, permukaannya halus dan tidak berbulu, warnanya awet tidak mudah luntur dan memiliki motif yang sangat beragam, cantik, dan unik.
kain ini juga memiliki daya serap keringat lebih bagus sehingga sangat nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Harga Rp. 45.000/meter.

8. Kain Chiffon

Kain tipis halus dan transparan, memiliki banyak warna dengan motif klasik dan elegant. namun jika mencucinya harus dipisahkan karena mudah menyerap warna lain (tidak boleh dicuci dengan mesin). Bahan jatuh dengan melayang, Pada dress Muslimah, biasanya bahan ini dipadukan dengan bahan katun/bahan lain agar tidak menerawang. Harga Rp. 20.000-40.000/meter.

9. Kain Katun Ima

Kain Katun yang ini memang mudah kusut dan rentan terkena jamur. namun, kain ini berbahan halus dan tidak berbulu, daya serap keringat tinggi jadi sangat nayamn dipakai untuk sehari-hari. warnanya awet dan tahan lama. Harga Rp. 30.000/meter.

10. Kain Katun Toyobo

Kain Katun Toyobo menjadi kain yang paling disukai karena adem, cukup tebal tapi lemes dan jatuh, mengkilat, tidak mudah kusut. Kain ini diimpor dari Jepang dan harganya cukup mahal. Sepintas kain katun toyobo mirip dengan katun ima. Untuk membedakan katun toyobo dengan katuh ima, harus diamati dari dekat dan diraba langsung. Katun toyobo ini sedikit lebih tebal, sedikit lebih kaku dan mengkilap dari kain katun ima. Kain katun toyobo umumnya memiliki serat kain yang lebih jelas dari pada kain katun ima polos.

11. Kain Linen

Tekstur kain ini berserat, bahannya jatuh, walau bersifat kaku namun halus dan ringan. tidak terlalu tebal jadi akan menerawang untuk warna-warna yang cerah tetapi motifnya cantik-cantik. Harga Rp. 35.000/meter.

12.  Kain Rayon

Kain ini disebut juga kain santung mudah kusut seperti kain Bali, menerawang untuk warna-warna cerah. walau agak licin tapi teksturnya halus dan lembut. bahan jatuh, goyor, dan menyerap keringat. Kain ini memiliki banyak motif. Harga Rp. 30.000/meter.

13. Kain Katun Combed

Jenis kain yang ini sangat cocok dibuat baju gamis kaos dan gamis untuk anak. Bahannya kuat dan tidak mudah robek. teksturnya lembut dan tidak kasar, menyerap keringat, dan tidak panas bila dipakai. Kain ini juga memiliki ukuran ketebalan dan tipe rajutan 20S, 30S, 40S. semakin kecil angka ukurannya maka akan semakin tebal kainnya. Harga IDR 50.000/meter

Untuk mengenal bahan pakaian kain Katun Carded, mari kita memahami istilah carded. Carded berasal dari nama mesin untuk membuat benang kain ini, yaitu mesin carding. Mesin ini mengolah kapas dengan cara digaruk (carded) sebelum memintalnya menjadi benang. Kekurangan dari benang yang dihasilkan dari mesin carding ini adalah cenderung kasar. Oleh karena itu kain yang dihasilkan dari benang jenis inipun hasilnya agak kasar.

Perbedaan Katun Carded dengan kain Katun Combed

Perbedaan Katun Carded dengan kain Katun Combed hanya di satu bagian saja, yaitu pada proses pembuatannya tidak melalui tahapan penyisiran pada saat finishing-nya. Oleh karena itu, pada kain Katun Carded masih terdapat serat-serat kapas yang halus. Ini menyebabkan tekstur serat benangnya agak kasar dan tidak selembut kain Katun Combed. Rajutan kain Katun Carded juga tidak semulus dan serata kain Katun Combed.

Katun Carded ini biasanya dipakai untuk kaos yang memiliki kualitas biasa, misalnya untuk hadiah, merchandise, atau kaos untuk dijual dengan harga murah.

Baca juga artikelMengenal Bahan Pakaian Kain Katun Combed dan Jenis-Jenisnya

Bagaimana dengan masalah kenyamanan saat dipakai ? Karena terbuat dari kapas seperti Katun Combed, maka kain Katun Carded juga menyerap keringat dan dingin.

Sedangkan untuk masalah harga, tentunya kain Katun Carded lebih murah dibandingkan dengan Katun Combed. Jadi, kembali pada keputusan kita mana yang akan dipilih saat membeli pakaian / kaos berbahan Katun Carded atau Katun Combed.

Katun berasal dari kata Bahasa Inggris yaitu Cotton, yang berarti kapas, karena kain ini memang terbuat dari serat kapas yang ringan namun kuat. Umumnya kain katun memiliki ciri utama, di antaranya tekstur yang lembut dan alami sehingga tidak menyebabkan alergi. Bersifat kuat, tahan lama, adem, dan nyaman dikenakan di badan. Perawatan kain katun relatif lebih mudah dibandingkan jenis kain lainnya. Oleh karena itu, kain jenis ini merupakan yang paling banyak diminati untuk dijadikan sebagai pakaian. Bahan kain ini sudah digunakan sejak berabad-abad yang lalu oleh manusia.

Kapas sebagai bahan kain katun

Ada berbagai jenis kain katun yang biasa digunakan sebagai bahan pakaian baju, jilbab, sprei yaitu :

1. Kain Katun Biasa

Disebut biasa karena kualitasnya sedang dan harganya paling murah diantara jenis katun lainnya. Ciri-cirinya :

– Biasanya memiliki motif yang bermacam-macam.

– Pada gulungan dan pinggir kain tidak ada kode warna.

– Kualitas daya serap keringatnya berlevel sedang, tergantung pada presentase kadar kapas di dalamnya.

2. Kain Katun Rayon

Katun rayon merupakan kombinasi dari serat katun / kapas dan serat rayon. Serat rayon adalah serat buatan yang merupakan hasil dari regenerasi selulosa pulp kayu, sehingga disebut serat semi sintetis. Dan bahan kayu yang paling banyak digunakan adalah berasal dari pohon pinus dan cemara.

Pada umumnya, jenis kain katun rayon banyak digunakan untuk bahan pakaian / baju muslim. Kain katun rayon ini memiliki ciri-ciri :

– Mudah kusut.

– Adem digunakan.

– Tekstur bahan licin dan ringan, sehingga mudah jatuh jika digunakan.

– Bahannya lebih bercahaya dan berkilau.

– Kualitas daya serapnya sedang.

3. Kain Katun Bangkok

Kain katun jenis ini dinamakan katun Bangkok karena berasal dari Bangkok. Bahannya cukup familiar dengan motif berbau Thailand. Ciri-cirinya :

– Bertekstur agak kasar.

– Bahannya lebih tipis dibanding katun umumnya, bahkan ada pula yang transparan atau menerawang.

4. Kain Katun Silk / Katun Sutra

Seperti yang diketahui, bahwa kain sutera terbuat dari kepompong ulat sutra. Tapi kain katun silk adalah campuran dari kain sutra dan kain katun, di situlah letak perbedaannya. Ciri-cirinya :

– Memiliki tekstur yang licin khas sutra.

– Tetap adem dikenakan dan tidak gerah.

– Permukaanyan terasa lembut, halus dan kuat.

– Kadarnya ringan tapi kualitasnya kuat dan tahan lama.

5. Kain Katun Cina

Kain jenis ini banyak yang menyebutnya kain katun twill. Untuk kualitasnya, setara dengan kualitas katun Jepang. Ciri-cirinya :

– Bahannya lebih tipis.

– Warnanya tidak mencolok.

– Kualitasnya terkadang bisa lebih rendah daripada semestinya.

6. Kain Katun Satin Jepang

Kain jenis ini asalnya memang dari Jepang, maka dinamakan katun jepang. Ciri-cirinya :

– Terasa dingin dan adem saat dikenakan.

– Memiliki tekstur lembut serta memiliki warna yang kuat.

– Di bagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “Japan design”. Jika tidak ada, maka biasanya terdapat kode warna pada kain tersebut

7. Kain Katun Paris

Meski mirip dengan kain katun biasa, namun kain katun paris lebih tinggi levelnya ketimbang kain katun biasa. Ciri-cirinya :

– kain ini lebih ringan dan tipis.

8. Kain Katun Minyak

Karena mengkilap bahannya, maka katun ini disebut kain katun minyak. Kain jenis ini hampir mirip dengan sutra, tapi permukaannya terlihat lebih mengkilat.

Ciri-cirinya :

– Daya serap keringat terbilang lumayan.

– Kadar kilap akan berkurang setelah beberapa kali dicuci.

 

Katun Combed menjadi bahan favorit konsumen industri konveksi kaos dikarenakan bahannya yang lebih lembut dan halus dibandingkan dengan katun biasa. Kain katun adalah kain yang dibuat dari bahan alami yaitu dari serat halus yang menyelubungi biji tumbuhan kapas. Serat inilah yang kemudian dipintal menjadi benang dan selanjutnya ditenun menjadi kain katun. Pada proses pembuatan kain Katun Combed, mengalami langkah tambahan yang membuatnya lebih lembut, lebih kuat dan lebih halus daripada kapas biasa. Sebelum diputar di mesin pemintal, serat kain Katun Combed diproses melalui proses carding, yaitu penyisihan dari benang kasar. Setelahnya, bahan kain ini diseleksi lagi dengan proses combing, yaitu disisir agar bersih dari bulu-bulu sisa. Itulah mengapa disebut combed, karena bahan katun ini telah melewati tahap combing.

Ada beberapa jenis Katun Combed yang beredar dipasaran yakni 20s, 24s30s, dan 40s. Angka-angka tersebut menunjukkan tipe kerapatan benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kain. Semakin kecil angkanya, semakin tebal bahan dan rajutan sebuah kain katun. Biasanya dinyatakan dalam ukuran gram (gr/m2). Kain katun combed 20s paling tebal, 24s agak tebal, 30s tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipisdan 40s paling tipis. Banyak yang menyebutkan bahwa untuk iklim tropis seperti di Indonesia, bahan Katun Combed 30s paling nyaman digunakan karena ketebalannya yang cukup, dan juga harganya yang tidak terlalu mahal. Karena itu, banyak yang menjadikan kain Katun Combed 30s sebagai bahan favorit untuk kaos distro.

Sedangkan huruf ‘s’ di belakang angka, menunjukkan perbedaan jenis rajutan bahan kaos, yang dilihat berdasarkan jumlah jarum yang digunakan. Saat ini, jenis jarum rajutan yang paling populer untuk produksi bahan Katun Combed terbagi dua: jarum tunggal (single knitt) dan jarum ganda (double knitt). Istilah single knitt kemudian oleh para produsen disingkat menjadi ‘s’dan double knitt  disingkat menjadi ‘d’.

Jenis rajutan tunggal (single knit) memiliki karakteristik yang padat, rapat, dan cenderung kurang lentur.  Jenis rajutan inilah yang biasanya banyak beredar di pasaran karena memiliki kelebihan tersebut. Sedangkan rajutan ‘d’  yang menggunakan jenis rajutan jarum ganda, memiliki karakter rajutan ini cenderung lebih rapat, lentur dan tebal. Bahan rajutan ‘d’ dapat digunakan secara bolak-balik. Kedua sisinya punya permukaan yang sama, karena dirajut dengan jarum ganda. Bahan dengan rajutan ini lebih sering digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak karena karakternya yang lentur dan nyaman.

Mari kita mengenal lebih detail masing-masing jenis Katun Combed :

Katun Combed 20s 

Pada jenis kain Katun Combed 20s, menggunakan benang 20. Bahan kain ini memiliki gramasi antara 180-220 gram/meter persegi dengan jenis rajutan jarum tunggal.

Katun Combed 24s

Benang 24 digunakan pada Katun Combed 24s dan menghasilkan bahan kain dengan gramasi 170-210 gram/meter persegi, dengan jenis rajutan jarum tunggal (single knit) sesuai dengan huruf ‘s’ yang ada di belakang angka 24.

Katun Combed 30s

Katun Combed 30s, menggunakan benang 30dengan jenis rajutan jarum tunggal. Bahan kain ini memiliki gramasi 140-155 gram/meter persegi. Selain itu, ada juga yang menggunakan jenis rajutan jarum ganda (double knit), yang menghasilkan bahan kain dengan gramasi mencapai 210-230 gram/meter persegi.

Katun Combed 40s

Katun Combed 40s menggunakan benang 40 dan jenis rajutan jarum tunggal (single knit). Bahan kain ini memiliki gramasi antara 110-120 gram/meter persegi. Sedangkan untuk jarum ganda (double knit) bisa menghasilkan bahan kain dengan gramasi 180-200 gram/meter persegi.

Dengan mengenal bahan kain Katun Combed, bisa menjadi bahan pertimbangan saat memilih dan membeli kaos untuk orang dewasa maupun saat membeli kaos anak dan bayi.

Saat berbelanja pakaian, selain memperhatikan model, harga, dan ukuran, hal penting lainnya yang tidak boleh luput diperhatikan adalah kenyamanan. Kenyamanan sebuah pakaian saat dikenakan di tubuh kita, ditentukan oleh bahan pakaian tersebut.

Macam-macam bahan pakaian :

Katun / Cotton

Katun terbuat dari 100% serat kapas alami, memiliki tekstur yang halus sehingga tidak menyebabkan alergi. Memiliki sifat adem, mudah menyerap keringat dan kuat / tahan lama. Kain jenis ini paling cocok dipakai pada daerah yang mempunyai iklim tropis. Ada banyak jenis katun yang biasa kita kenal, diantaranya adalah : katun biasa dengan kualitas sedang serta harganya paling murah, katun Jepang yang terkenal adem dan halus serta memiliki warna yang kuat, dll.

Baca juga artikel : Mengenal Berbagai Jenis Kain Katun Sebagai Bahan Pakaian.

Polyester  / PE

Kain ini memiliki kemiripan dengan kain katun, namun dari segi kualitasnya kain PE berada satu tingkat di bawah kualitas kain katun. Polyester dibuat dari petroleum atau minyak bumi, melalui proses kimia sehingga disebut sebagai serat sintetis atau serat buatan. Bahan jenis ini tidak menyerap keringat dan terasa panas. Kelebihan bahan jenis ini harganya lebih bersahabat, mudah perawatannya dan cepat kering ketika dijemur. Akan lebih baik memakai pakaian dengan jenis bahan ini ketika berada di suhu dingin atau jika sering berada di ruang ber-AC. Meskipun memiliki serat yang halus dan licin, namun jika memiliki kulit yang sensitif dan mudah alergi, sebaiknya hindari menggunakan pakaian dengan bahan polyester.

Wool

Kain ini termasuk kain yang cukup berat. Kita sering melihat kain ini digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan pakaian hangat atau sweater. Kain wools mempunyai keunggulan tersendiri yaitu lebih awet dibanding kain jenis lain jika cara perawatannya dilakukan dengan benar.

Fleece

Fleece hampir menyerupai benang wol, atau biasa dikenal sebagai imitation wool. Biasanya digunakan sebagai bahan pakaian pada bagian dalam agar lebih hangat, namun lebih sering digunakan sebagai bahan untuk pembuatan jaket, sweater, maupun celana kain. Kemampuan breathability kain fleece cukup baik sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara pada saat digunakan, itulah mengapa kain fleece tetap terasa ringan walaupun dipakai saat berkeringat. Fleece juga  mampu menguapkan keringat melalui pori-pori kain dengan cepat.  Kain ini sangat cocok dipakai sebagai mid layer dan penggunaannya dapat disesuaikan dengan ketebalan bahan.

TC / Teteron Cotton

Kain jenis TC merupakan jenis kain yang terbuat dari kombinasi 35%  katun dan  65%  polyester. TC kurang bisa menyerap keringat, sehinga tidak direkomendasikan untuk memakai pakaian dengan kain jenis TC pada saat suhu panas. Namun, kelebihan bahan ini tidak mudah kusut dan melar meski sudah cukup lama dipakai.

Drill

Selain TC, jenis kain yang terbuat dari kombinasi katun dan polyester adalah kain Drill. Jenis kain ini merupakan kain yang dipintal dengan serat berbentuk miring atau diagonal dan memiliki jalinan benang yang kuat. Kain ini paling umum digunakan sebagai pakaian dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seragam kantor lainnya.

Hyget

Jenis kain yang juga terbuat dari paduan katun dan polyester adalah hyget, namun lebih tipis. Kain jenis ini diklaim sebagai kain paling murah, memiliki tampilan mengkilap, sedikit panas, namun tidak mudah kusut. Bahan hyget terdiri atas beberapa macam jenis diantaranya : hyget tipis, hyget biasa, hyget super, hyget balon (hyget sutra), dan hyget serena. Biasanya digunakan untuk pembuatan kaos massal pada Pemilu, kaos event, kaos olah raga dan jilbab.

Chiffon

Chifon merupakan jenis kain yang sangat tipis, ringan, dan transparan. Bahan ini ‘jatuh’ saat dipakai dan mengikuti bentuk badan penggunanya. Oleh karena itu, kain ini tidak direkomendasikan untuk mereka yang berbadan gemuk. Terbuat dari perpaduan bahan sutra, katun, nilon, polyester atau rayon. Bahan jenis ini tidak menyerap keringat. Sangat cocok digunakan untuk gaun malam dan pakaian formal seperti blouse. Tidak hanya digunakan untuk baju, kain sifon juga sering digunakan sebagai gorden, tirai atau kanopi tempat tidur, dan berbagai jenis aksesoris lain seperti pembuatan dress, selendang, pelengkap kebaya, serta tudung kepala.

Twistcone

Merupakan jenis kain yang mirip dengan kain chiffon, namun lebih tebal dan berat sehingga tidak tembus pandang. Kain twistcone mempunyai kesan jatuh di badan, tidak menyerap keringat, namun tidak meninggalkan bau badan seperti kain chiffon.

Satin

Permukaan kain ini licin dan mengkilap sama dengan kain katun silk, tapi hanya pada satu sisi sedangkan sisi lainnya terlihat lebih suram. Kain satin sekarang mulai digunakan untuk pembuatan kerudung.

Rayon

Secara sekilas, kain rayon sangat mirip sekali dengan kain katun. Jika katun lebih bertekstur, sedang rayon agak sedikit licin, halus, dan jatuh. Jenis kain ini berbahan dasar dari serat kayu. Bahan jenis ini mudah menyerap keringat dan adem, sehingga nyaman dipakai dalam berbagai cuaca. Umumnya digunakan untuk pembuatan kemeja, batik, dan  kain Bali.

Denim

Bahan jenis ini biasa kita temui pada celana yang dikenal dengan celana jeans, atau biasa juga digunakan untuk jaket dan pakaian lain. Denim bisa juga disebut sebagai kain jeans terbuat dari katun will yang merupakan material kain yang sangat kokoh.

Rajut

Kain rajut terbuat dari proses merajut benang menjadi kain dan merupakan jenis kain yang mempunyai elastisitas cukup tinggi karena jeratan-jeratan (loop) pada kain tersebut.  Bahan ini sangat cocok digunakan pada saat musim dingin. Karena tidak dapat menyerap keringat, maka kain jenis ini tidak cocok digunakan ketika cuaca panas.

Jersey

Bahan kain jersey adalah bahan kain yang pada awalnya dibuat dengan cara merajut, dan terdiri dari rajutan wool. Dengan berkembangnya waktu bahan jersey merupakan campuran antara wool, katun dan serat sintetis. Sejalan dengan perkembangan teknolgi, pembuatan jersey menggunakan mesin digital. Meskipun cukup tebal, kain jersey ini memiliki sifat elastis, yaitu dapat meregang hingga 25 persen. Jersey cenderung lembut dan kainnya dingin (adem), sehingga sangat nyaman. Kain ini melekat pada tubuh dan ‘jatuh’-nya terlihat sangat enak. Kebanyakan kaos bola dan seragam olahraga menggunakan kain ini dalam pembuatannya.

Bagi hijaber yang memilih busana Muslim berbahan kain jersey, pilihlah pakaian Muslim dengan satu ukuran lebih besar agar menghindari kesan pakaian melekat ketat. 

Spandex

Spandex atau ada yang mengenalnya sebagai Lycra, merupakan jenis kain yang terbuat dari serat sintesis polymer dan diciptakan untuk menggantikan karet. Oleh karena itu jenis kain ini memiliki elastisitas yang baik seperti karet. Bahan ini tipis, bertekstur lembut, kuat, licin dan memiliki pori-pori yang mampu menyerap keringat. Sangat umum digunakan sebagai bahan pakaian dalam dan baju renang. Daya elastis kain ini jika ditarik bisa mencapai 5 sampai 7 kali lipat dari panjang awalnya dan jika dilepas dapat kembali ke bentuk semula, tanpa rusak sedikitpun.Pakaian berbahan spandex bisa dicuci dry clean; dan biasanya bahan/pakaian akan rusak jika direndam lebih dari satu jam di dalam detergen.

Hati-hati bagi wanita yang memakai jilbab ketika memilih baju dengan jenis kain spandex, karena sifat kelenturannya mengakibatkan pakaian dengan bahan spandex jika dikenakan akan mengikuti lekukan tubuh.

Sutra / Silk

Kain sutra terbuat dari kepompong ulat sutra yang memiliki tekstur sangat lembut, halus, ringan dan tidak licin. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam penjahitan serta perawatannya, seperti saat pencucian dan penyetrikaan. Kain jenis ini sangat nyaman digunakan karena dapat menyerap keringat. Daya tarik  sutra karena mempunyai rupa berkilauan yang berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat sutra, sehingga sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut.

Brokat

Berasal dari kata ‘broccato’ yang berarti kain yang disulam. Kain jenis ini memiliki kesan mewah serta elegan. Banyak brokat yang dipadukan dengan sutra ataupun ornamen mewah lain seperti benang berwarna perak atau keemasan. Karena itu kain brokat banyak digunakan untuk kebaya, pakain pesta, bahkan baju pernikahan.

Cashmere

Tergolong bahan kain yang mewah dengan kualitas prima. Kebanyakan pakaian dengan bahan kain ini memiliki harga yang mampu menguras isi kantong kita. Cashmere bisa dipadupadankan dengan rok elegan ataupun jeans, tetap mampu membawa kesan mewah dan berkelas. Bahan kain ini semakin sering dicuci akan semakin halus, namun cara pencuciannya tentu berbeda dengan kain jenis lain. Ada shampo khusus untuk pencucian kain cashmere ini.

 

Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda yang akan berbelanja / membeli Pakaian Wanita, Pakaian Pria maupun Pakaian Anak. Untuk melihat-lihat atau berbelanja pakaian, silahkan klik langsung tautan berwarna orange.